Anak pertama sering diungkapkan sebagai kunci. Teramat sangat besar harapan ayah ibu terhadap "jadi" nya anak pertama. Konon katanya, banyak anak pertama yang akhirnya menjadi "korban" kedua orang tuanya..
Astaghfirullah... Maafkan ummi nak, jika ada kekhilafan dalan membersamaimu selama ini.
Setelah berhari-hari fokus melakukan Komunikasi Produktif dengan anak pertamaku, banyak hal yang kurasakan. Mengharu biru... hiks.. hiks..
Pertama. Terasa, sangat sering kelepasan emosi. Begitu beraaaat memanajemen perasaan.. fiuh.. fiuh.. Ya iyalah, imbalannya syurga. Butuh komitmen tinggi untuk menjadikan pengendalian emosi sebagai akhlaq.
Padahal, kalau mau dipikir pikir, betapa bersyukur mendapatkan amanah anak2 dari Allah. Betul memang jika dianalogikan dengan :
"Andai pak presiden nitip anaknya ke kita, pasti kita akan menjaga dengan hati2, penuh kasih sayang, pokoknya yang baik2 deh yo. Nha, ini Gusti Allah yang menitipkan. Kira-kira bagaimana seharusnya kita memperlakukan titipan Allah ini." ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Berproses. Ya, insyaAllah aku masih akan terus berproses menjadi lebih baik. Belajar meng-akhlaq-i teknik komunikasi produktif.
Next time ditulis khusus nih pelajaran komunikasi produktif dari kelas bunsay 😗😗
Kedua. Mengamati anak sulungku dalam tugas komunikasi produktif, ternyata luaaar biasaaa. Banyak hal baik, damai, yang ditunjukkan oleh sulungku yang berusia 4 tahun itu. Bener-bener deh, tertampar-tampar.. Itu lihat! Lihat!! Perhatikan!! Kalau ummi sedikit saja mau menahan emosi, menambah bumbu sabar, tersenyum manis, hasilnya jauuh lebih dahsyat dari yang terpikirkan.
Begitu mudahnya sulungku luluh dan menerima penjelasanku yang kusampaikan dengan baik. Begitu mudahnya sulungku tiba2 mengucapkan "maaf ummi", "aku sayang ummi". Nyeesss... adem.
Sampai detik ini, aku masih terus belajar melakukan yang terbaik dalam peran istimewaku sebagai ibu dari anak-anakku. Alhamdulillah, bersyukur menjadi bagian dari keluarga besar Institute Ibu Profesional yang dibidani oleh bunda septi wulandari.
Bismillah, berakhir kuliah level 1 "Komunikasi Produktif", siap melanjutkan belajar level2 selanjutnya. Ganbatte!!
#aliranrasa
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bekal untuk Buddy ku #jurnal 8 kelas ulat ulat
Kelas ulat ulat sudah di penghujung waktu, setelah ini kami akan memasuki kelas kepompong. Di momen terakhir kelas ulat ulat ini, ...
-
Diskusi kelompok ini membuat kami para orangtua berdebar debar. Fase dimana pusat kepuasan anak berada di sekitar alat genital/kel...
-
Pembahasan kelompok berikutnya adalah tentang pakaian dan identitas gender. Dalam keluarga kami, mulai dari kecil anak perempuan d...
-
Level 11 ini, di desain dengan cara yang berbeda. Masing2 kami dikelompokkan dalam grup yg berisi 6 sampai 7 orang untuk berdiskus...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar