Sabtu, 23 Desember 2017
Mengandalkan kekuatan kami, orangtuanya, untuk mendidik anak-anak kami sungguh terasa tidak mampu. Keyakinan bahwa Allah senantiasa memberikan pertolongannya bagi kami dalam mendidik anak-anak kami.
Melatih kemandirian, tantangan level ini, terlalui dengan luar biasa. Diawali dengan anak-anak silih berganti sakit, mudik ke wonogiri dalam rangka birrul walida'in, dan suami yang harus keluar kota sepekan. Bersama tiga balita dan berusaha konsisten dengan "melatih kandirian" sulungku terasa uwooo!!!
Dan, disitulah, Allah mudahkan dengan berbagai hal. Anak-anak yang bekerjasama dengan baik dan ditemukannya ide "bintang untuk mas Azka" semacam reward untuk sulungku.
Reward "bintang" ini ternyata memberikan efek bahagia untuk sulungku. Bahagia sekali terlihat jika ia berhasil mendapatkan bintang. Semoga diawali dengan mendapatkan bintang akan membangun kandirian di kemudian hari.
Bintang2 masih berlanjut dan sulungku ingin mendapatkan "gugusan bintang".
"Aku mau gugusan bintang umi. Berarti bintangnya yang buanyak"
Terharu.. hiks...
#Aliran rasa
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bekal untuk Buddy ku #jurnal 8 kelas ulat ulat
Kelas ulat ulat sudah di penghujung waktu, setelah ini kami akan memasuki kelas kepompong. Di momen terakhir kelas ulat ulat ini, ...
-
Diskusi kelompok ini membuat kami para orangtua berdebar debar. Fase dimana pusat kepuasan anak berada di sekitar alat genital/kel...
-
Pembahasan kelompok berikutnya adalah tentang pakaian dan identitas gender. Dalam keluarga kami, mulai dari kecil anak perempuan d...
-
Level 11 ini, di desain dengan cara yang berbeda. Masing2 kami dikelompokkan dalam grup yg berisi 6 sampai 7 orang untuk berdiskus...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar